Tugas PPG Modul I Topik II Telaah Video dan Modul Pembelajaran Berdiferensiasi
Nama : Sondang Martini Kurie Siregar
No. UKG : 202200150221
Instansi : SMP Swasta Sariputra
LPTK : Universitas MALIKUSSALEH
Bapak/Ibu guru, setelah menelaah ketiga video tersebut, uraikan bagaimana masing-masing guru pada video tersebut mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mencapai tujuan pembelajaran?
Tabel 2.1 Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi
|
Video 1 |
Video 2 |
Video 3 |
|
Pada video 1, guru menerapkan pembelajaran diferensiasi konten agar peserta didiknya dapat mencapai Tujuan pembelajaran. Awalnya guru tersebut menemukan masalah-masalah di kelas seperti peserta didik yang mengantuk, sulit konsentrasi dan belajar pada proses pembelajaran. Sehinga guru tersebut membuat asesmen awal untuk mengetahui karakteristik peserta didiknya. Dari asesmen awal tersebut, guru menemukan beragam cita-cita peserta didik, minat , profil serta kebutuhan peserta didik. Kemudian dari data tersebut dia melakukan pendekatan pembelajaran dengan diferensiasi konten, dimana peserta didik diberi kesempatan memilih konten dan membentuk kelompok sesuai minat dan profilnya untuk pengakomodasian kebutuhan peserta didik. Dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi konten tersebut, siswa lebih antuasias dalam belajar, lebih ingin mencari tahu, dan kemudian memiliki seperangkat pengetahuan sehingga lebih mudah untuk mengaitkan antar konsep dalam materi pelajaran, sehingga pembelajaran berlansung lebih semangat, antusias dan bermakna dan hasil belajar peserta didik menjadi lebih baik. |
Pada video 2, kebutuhan belajar peserta didik dijadikan dasar praktik diferensiasi di kelas. Diferensiasi yang diterapkan adalah diferensiasi proses,dimana diferensiasi ini mampu menjawab kegelisahan bagaimana kebutuhan pesertadidik dapat dipenuhi, proses seperti apa ynag diterapkan di dalam kelas, apakah kegiatan diferensiasi ini dilakukan berkelompok atau individu, dan seberapa bayang bantuan yang diberikan kepada peserta didik. Pada video 2 ini, guru membentuk kelompok berdasarkan hasil asesmen awal sebelumnya, kemudian guru memberi penugasan dan melakukan pendampingan terhadap peserta didik. Pendampingan khusus diberikan kepada peserta didik yang dianggap kurang mampu dan pada peserta didik yang sudah mampu diberi pendampingan dan arahan agar belajar mandiri. Kemudian diberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk mempresentasikan hasli diskusinya, guru dan siswa melakukan refleksi dan sama-sama menarik kesimpulan dari materi pelajaran ynag mereka pelajari pada hari itu. Dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi proses ini, peserta didik lebih antusias belajar matematika dan tidak takut bertanya kepada gurunya jika seandainya peserta didik tersebut belum mengerti tentang materi pelajarannya. |
Pada video 3, guru memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dengan menerapkan diferensiasi produk. Awalanya proses pembelajaran yang sering diterapkan guru adalah memberikan teori, penugasan dan kemudian peserta didik mempresentasikannya di depan kelas. Namunguru mengamati bahwa peserta didik meras bosan dengan proses pembelajaran yang demikian, sehingga siswa kurang bersemangat dan ditemukan ada beberapa peserta didik ynag tidak mengerjakan tugas. Kemudian guru tersebut menerapkan diferensiasi produk pada keterampilan menulis bahasa jawa dengan menerapkan media pembelajaran. Guru membentuk kelompok peserta didik berdasarkan minat lintas mata pelajaran. Kemudian menentukan tema dan setiap kelompok dapat memilih tema dari berbagai mata pelajaran ynag mereka pelajari. Jadi setiap bahasa latin pada pelajaran yang mereka pilih diubah ke dalam aksara jawa dan kemudian diterapkan dalam media pembelajaran. Hasil produknya berbeda-beda sesuai pilihan peserta didik. Kemudian tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas. Setelah dilakukan pembelajaran berdiferensiasi produk, guru lebih mudah memberikan materi pelajaran dan siswa pun lebh mudah mengerti. Guru merasa senang setelah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi produk ini sehingga menghilangkan anggapan bahwa pembelajaran bahasa jawa itu sulit dan pembelajaran bahasa jawa jadi lebih bermakna.
|
Diantara tiga video tersebut, komponen diferensiasi manakah yang menurut Bapak/Ibu paling efektif untuk diterapkan pada pembelajaran? Mengapa?
|
Dari ketiga video tersebut, menurut saya setiap komponen diferensiasi memiliki keunggulannya masing-masing baik itu diferensiasi konten, proses ataupun produk. Penerapan salah satunya haruslah dipilih mana yang paling tepat dan efektif berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi pada kebutuhan dan karakteristik setiap peserta didik guna pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Contohnya; pada peserta didik yang dipetakan atau dikelompokkan berdasarkan tingkat pengetahuannya terhadap materi pelajaran, mungkin dalam proses pembelajaran lebih efektif dengan menerapkan diferensiasi konten ataupun proses. Untuk pengelompokan peserta didik berdasarkan minat dan gaya belajar mungkin lebih cocok menerapkan diferensiasi proses atau diferensiasi produk. Jadi menurut saya pemilihan dari ketiga jenis diferensiasi pembelajaran itu dapat dipilih mana yang lebih efektif untuk diterapkan sesuai dengan keadaan, kondisi, waktu dan kebutuhan serta karakteristik peserta didik dan juga penyelarasannya dengan tujuan pembelajaran. |
contoh Modul Pembelajaran Berdiferensiasi :
MODUL AJAR
USAHA
|
I N F O R M A S I U M U M |
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Sondang Martini Kurie Siregar, S.Pd, M.Si
Satua Pendidikan : SMP Swasta Sariputra
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA-FISIKA)
Prediksi Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1x pertemuan)
Tahun Penyusunan : 2024
B. Capaian Pembelajaran
· Capaian Pemahaman IPA
Peserta didik memahami hubungan konsep usaha dan energi, pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu, gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan.
· Capaian Keterampilan Proses
Mengamati; mempertanyakan dan memprediksi; memproses; menganalisis data dan informasi; mengevaluasi dan refleksi; dan mengomunikasikan hasil.
C. Kompetensi Awal
· Peserta didik memahami gerak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, percepatan dan gaya (Gerak dan Gaya).
|
Kompetensi Awal Peserta Didik di kelas VIII ( Dari Hasil Asesmen Awal Pengetahuan Prasyarat) |
|
|
Peserta didik awalnya belum memahami gerak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, percepatan dan gaya. |
Peserta didik awalnya sudah memahami gerak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, percepatan dan gaya. |
Keadaan Awal Peserta Didik :
|
Pemetaan Gaya Belajar Peserta Didik (Berdasarkan Asesmen Diagnostik dari hasil kuesioner melalui aplikasi “Aku Pintar’) |
||
|
Visual |
Auditorial |
Kinestetik |
|
Ancelmus Ben Daniel Gabriella Paskah Rachel Shakira Velly Abelia |
Diego Jevanya Novriyan Rien Violin |
Aaron Alvaro Angel Annur Atifa Beatrix Brigita Elang Gayatri Gloria Ivan Jesen Kenny Marta Nathasia Rafael Riko Syahputra Keyla Shaluh |
|
Pemetaan Kebutuhan Belajar Peserta Didik (Berdasarkan hasil asesmen awal pengetahuan prasyarat) |
||
|
Pengetahuan Prasyarat |
Memenuhi |
Tidak memenuhi |
|
Nama Peserta Didik |
Abel |
Atifa |
|
|
Rien |
Keyla |
|
|
Rico |
Sri |
|
|
Brigita |
Rafael |
|
|
Gayatri |
Alvaro |
|
|
Velly |
Novriyan |
|
|
Jesen |
Erza |
|
|
Ben |
Ancelmus |
|
|
Aaron |
Marta |
|
|
Gloria |
Annur |
|
|
Gabriella |
Paskah |
|
|
Natasia |
Kenny |
|
|
Ivan |
Elang |
|
|
Diego |
Jevanya |
|
|
Shakira |
Syahputra |
|
|
|
Angel |
|
|
|
Beatrix Violin Shaluh Rachel |
D. Profil Pelajar Pancasila
· Mandiri
· Bergotong royong
· Kreatif
· Analitis
E. Sarana dan Prasarana
· Tim Abdi Guru. 2023. IPA Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII. Erlangga.
· PPT Materi Ajar Usaha oleh : Sondang Martini Kurie Siregar
· Infokus
· Alat peraga (meja, kursi, dinding, mistar dan benda lain di kelas yang relevan dengan materi ajar)
· Alat dan bahan yang diperlukan dalam kolaborasi LKPD (neraca pegas, benda, mistar)
F. Target Peserta Didik
Peserta didik regular kelas VIII
G. Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL)
|
K O M P O N E N I N T I |
1. Tujuan Pembelajaran
1) Memahami hubungan usaha, gaya dan perpindahan
2) Menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi efektivitas usaha.
2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
1) Peserta didik mampu memahami hubungan usaha, gaya dan perpindahan
2) Peserta didik mampu menganalisis rumus hubungan usaha gaya dan perpindahan serta usaha dapat bernilai positif, nol dan negatif melalui demonstrasi sederhana
3. Pemahaman Bermakna
Peserta didik
mengetahui bahwa besar usaha bergantung pada gaya dan perpindahan , peserta
didik mampu menghitung besar usaha dengan menggunakan rumus
.
Peserta didik dapat mengetahui bahwa besar usaha dapat bernilai positif jika
arah gaya searah dengan arah perpindahan benda dan bernilai nol jika besar
perpindahan sama dengan nol, serta usaha bernilai negatif jika arah gaya
berlawanan dengan arah gerak benda melalui demonstrasi sederhana.
4. Pertanyaan Pemantik
1) (Pemberian Asesmen awal prasyarat pengetahuan)
2) Apakah yang terjadi jika sebuah meja didorong dengan kuat?
3) Apakah yang terjadi jika dinding kelas di dorong dengan kuat?
5. Kata Kunci
Usaha, gaya, perpindahan
6. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 JP)
· Pembuka
ü Guru membuka kelas dan mengkondisikan kesiapan belajar
ü Guru menyampaikan judul materi ajar
ü Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran
· Orientasi pada masalah
ü Guru memberikan pertanyaan pemantik
ü Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik dari guru
ü Guru mengaitkan pengetahuan prasyarat dengan konsep usaha
ü Guru menjelaskan konsep usaha melalui PPT dan meminta keterlibatan peserta didik melakukan demonstrasi mendorong meja sehingga meja berpindah sejauh (s) dan kemudian menjelaskan besar usaha yang terjadi pada kegiatan tersebut (usaha bernilai positif).
ü Guru meminta peserta didik mendorong dinding dan meminta mereka menyimpulkan berapa besar usaha yang terjadi pada kegiatan tersebut (usaha bernilai nol).
ü Guru menyajikan PPT yang menunjukkan ilustrasi seorang pedagang yang menarik gerobaknya di jalan menanjak, namun genggamannya terlepas sehingga gerobaknya melaju ke arah bawah (turunan) dan meminta siswa menyimpulkan besar usaha yang terjadi pada peristiwa tersebut (usaha bernilai negatif) .
· Pengorganisasian Peserta Didik Untuk Belajar
ü Guru memfasilitasi peserta didik untuk membentuk kelompok diskusi
ü Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok sesuai dengan level pengetahuan prasyarat yang telah ditentukan.
|
Pemetaan Kebutuhan Belajar Peserta Didik (Berdasarkan hasil asesmen awal pengetahuan prasyarat) |
||
|
Pengetahuan Prasyarat |
Memenuhi |
Tidak memenuhi |
|
Nama Peserta Didik |
Abel |
Atifa |
|
|
Rien |
Keyla |
|
|
Rico |
Sri |
|
|
Brigita |
Rafael |
|
|
Gayatri |
Alvaro |
|
|
Velly |
Novriyan |
|
|
Jesen |
Erza |
|
|
Ben |
Ancelmus |
|
|
Aaron |
Marta |
|
|
Gloria |
Annur |
|
|
Gabriella |
Paskah |
|
|
Natasia |
Kenny |
|
|
Ivan |
Elang |
|
|
Diego |
Jevanya |
|
|
Shakira |
Syahputra |
|
|
|
Angel |
|
|
|
Beatrix Violin Shaluh Rachel |
|
Perlakuan Difrensiasi Proses |
· Guru Membentuk Kelompok menjadi 3 kelompok (Ketua dipilih dari yang memiliki tipe pebelajar kinestetik) dan memberikan bimbingan khusus lebih intens |
· Guru Membentuk 5 kelompok (Ketua dipilih dari yang memiliki tipe pebelajar kinestetik) dan memberikan instruksi agar saling bertukar informasi dengan cara menjadi tutor sebaya |
|
Perlakuan Diferensiasi Konten |
· Melakukan diskusi penyelesaian LKPD dengan bimbingan Guru dan diberi kuis (3 soal)
|
· Melakukan diskusi penyelesaian LKPD dengan mandiri dan diberi kuis (3 soal + 2 soal pengayaan) |
· Bimbingan Penyelidikan Individu/Kelompok
ü Peserta didik melakukan penyelidikan mengumpulkan informasi dan data dengan melaksanakan instruksi yang ada pada LKPD yang telah dibagikan. Guru memberikan bimbingan dan dukungan dalam penyelidikan ini.
(Untuk kelompok yang memenuhi pengetahuan prasyarat diberi bimbingan namun diarahkan agar lebih mandiri dengan cara belajar tutor sebaya sedangakan untuk kelompok yang belum memenuhi prasyarat pengetahuan dibimbing lebih intens secara khusus)
· Pengembangan dan Penyajian Hasil
ü Peserta didik berdiskusi menyelesaikan LKPD untuk mengembangkan solusi masalah dan menyajikan hasil diskusi, analisis, dan kesimpulan mereka kepada kelas.
ü Guru memberikan kuis sebagai pendalaman materi dengan 3 soal yang sama untuk kedua jenis kelompok, namun untuk kelompok yang memenuhi prasyarat pengetahuan diberi 2 soal tambahan sebagai pengayaan)
· Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
ü Guru bersama-sama dengan peserta didik menganalisis proses pemecahan masalah, mengevaluasi efektivitas solusi yang ditemukan, dan memberikan umpan balik.
ü Guru melakukan refleksi kepada Peserta didik
Ø Bagaimana perasaan Ananda setelah belajar usaha?
Ø Apa saja yang ananda ketahui setelah belajar usaha? (dapat berupa bahan catatan yang di kerjakan di buku catatan)
Ø Apakah Ananda mengalami kesulitan saat belajar usaha?
Ø Jika Ananda mengalami kesulitan, solusi apa yang Ananda lakukan untuk mengatasinya?
Ø Apakah manfaat yang Ananda peroleh setelah belajar tentang usaha?
ü Guru menutup pelajaran. (1-3 menit) dan menghimbau peserta didik untuk menjawab refleksi diri di rumah dan membaca materi pelajaran selanjutnya yakni Hubungan antara Daya dan usaha.
ü Refleksi Guru
Ø Apakah pembelajaran hari ini terlaksana sesuai rencana yang sudah disusun?
Ø Apakah tujuan pembelajaran yang ditargetkan sudah tercapai?
Ø Temuan apa saja yang ditangkap selama pembelajaran?
Ø Kendala apa saja yang muncul saat peserta didik melakukan percobaan?
Ø Bagian mana yang menunjukkan keberhasilan atau kelebihan dari pembelajaran yang sudah dilakukan?
H. Asesmen/ Penilaian
v Asesmen Awal (Prasyarat Pengetahuan)
Ø Apa perbedaan jarak dan perpindahan?
Ø Apa perbedaan kelajuan dan kecepatan?
Ø Apa itu percepatan?
Ø Apa itu gaya?
v Asesmen Formatif
1. LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik
Nama Kelompok :
Kelas :
Tanggal :
I. Materi Pokok
Usaha
II. Tujuan Percobaan
Menjelaskan pengaruh jarak terhadap usaha .
III. Alat dan bahan
|
No |
Alat dan Bahan |
Jumlah |
|
1. |
Neraca pegas |
1 buah |
|
1. |
Penggaris |
1 buah |
|
2. |
Beban |
1 buah |
IV. Langkah kerja
1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan.
2. Letakkan beban pada permukaan meja.
3. Hubungkan neraca pegas pada beban yang terletak pada permukaan meja.
4. Kemudian ukur panjang lintasan pada permukaan meja dengan panjang lintasan 10 cm..
5. Tariklah beban menggunakan neraca pegas.
6. Catat berapa gaya yang dihasilkan pada saat beban di tarik sepanjang lintasan.
7. Ulangi langkah 1- 6 dengan panjang lintasan yang berbeda mulai dari 10 cm, 20 cm, 30 cm.
V. Data Hasil Percobaan
|
No |
Jarak (s) |
Gaya (F) |
Usaha (W = F x s ) |
|
1. |
10 cm |
||
|
2. |
20 cm |
||
|
3. |
30 cm |
VI. Analisis Hasil Percobaan
1. Apakah ada pengaruh perpindahan terhadap usaha pada saat melakukan percobaan ?
………………………………………………………………............................................................................................................................................................................................................
VII. Kesimpulan
………………………………………………………………............................................................................................................................................................................................................
2. Kuis
1) Ani mendorong lemari dengan gaya 300 N. Jika lemari tersebut tidak mengalami perpindahan, maka berapakah besar usaha yang dilakukan Ani?
2) Sebuah kotak didorong dengan gaya sebesar 100 N sehingga berpindah sejauh 200 cm. Hitunglah besar usaha untuk memindahkan kotak tersebut!
3) Jarak yang ditempuh oleh sebuah mobil saat melaju dengan usaha sebesar 15.000 J dan gaya sebesar 500 N adalah …. m.
Tambahan soal (Pengayaan)
4)
Perhatikan gambar
berikut!

Seorang anak membawa kotak yang beratnya 50 Newton dari
titik A menuju B, kemudian kembal lagi ke A. Menurut fisika, berapakah usaha
yang dilakukan anak?
5) Dua buah gaya masing-masing F1 = 15 N dan F2 = 7 N bekerja pada sebuah benda yang terletak pada suatu permukaan lantai. Jika benda berpindah ke kanan sejauh 6 meter, tentukan usaha yang dilakukan pada benda oleh kedua gaya tersebut!

Penilaian Asesmen Formatif
1. Sikap
· Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada rubrik penilaian dan catatan anekdot
|
No |
Nama Peserta Didik |
Kerjasama |
Kreatif |
Kemandirian |
Komunikatif |
|
1 |
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
|
Kolom aspek sikap diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut :
4 = sangat baik
3 = baik
2 = cukup
1 = kurang
2. Keterampilan
Kriteria dan Rubrik Penilaian
|
Aspek yang dinilai |
Deskripsi Penilaian untuk Pencapaian Siswa |
||
|
Sedang Berkembang |
Sesuai Ekspektasi |
Melebihi Ekspektasi |
|
|
Mampu melaksanakan langkah kerja sesuai urutan |
|
|
|
|
Mampu mengisi data dan hasil percobaan dengan tepat |
|
|
|
|
Mampu menghitung besar usaha |
|
|
|
|
Mampu membuat kesimpulan |
|
|
|
|
Mampu menyampaikan hasil diskusi |
|
|
|
3. Pengetahuan
Pengetahuan dinilai dengan ketepatan menjawab soal kuis dengan skor persoal yang sudah ditentukan.
|
No |
Rentang Nilai |
Predikat |
|
1 |
91 – 100 |
Sangat Baik |
|
2 |
81 – 90 |
Baik |
|
3 |
71 – 80 |
Cukup |
|
4 |
0 – 70 |
Kurang |
I. Pengayaan dan Remedial
· Remedial
Guru melakukan analisa dari hasil pembahasan refleksi peserta didik dan hasil penilaian untuk menentukan remedial teaching
· Pengayaan
· Peserta Didik telah mencapai KKTP diberikan pengayaan dengan browsing di internet untuk mencari soal-soal materi terkait dan mencari pemahaman lebih tentang usaha dengan mengerjakan soal-soal yang ada di buku Tim Abdi Guru. 2023. IPA Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII. Erlangga.
.
J. Refleksi Guru dan Peserta Didik (Terlampir)
|
Mengetahui : Kepala SMP Swasta Sariputra
Ellida Hannum, S.T |
Padangsidimpuan, 08 Juni 2025
Guru Mata Pelajaran IPA-FISIKA
Sondang Martini Kurie Siregar, S.Pd, M.Si |
Ternyata sangat bagus dilakukan pembelajaran berdiferensiasi untuk pembelajaran di kelas. Namun perlu diperhatikan jenis diferensiasi apa yang tepat sesuai dengan asesmen awal agar terpenuhi kebutuhan setiap peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing.
BalasHapusTerimakasih ya Bu, atas tanggapan dan umpan baliknya.
HapusPenerapan pembelajaran berdiferensiasi memang sangat baik untuk memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik. Namun asesmen awal harus dapat memberikan informasi yang menggambarkan kebutuhan tiap peserta didik agar dapat diterapkan jenis diferensiasi yang tepat apakah diferensiasi proses atau konten atau produk.
BalasHapus